Total Pageviews

Friday, May 12, 2017

Cerpen Singkat Tentang Persahabatan Di Waktu Sekolah SMK



Cerpen Singkat Tentang Persahabatan Di Waktu Sekolah SMK
Sekarang saya akan memberikan cerita lagi Cerpen Singkat Tentang Persahabatan Di Waktu Sekolah SMK

Mungkin kualitas cerpen singkat tersebut ini masih sangat jauh dari kata bagus tapi mudah-mudahan bisa menjadi sumber belajar tambahan bagi kita yang membutuhkan. Sesuai yang tertera di judul, cerpen ini merupakan cerpen pendek tentang persahabatan khususnya sebuah persahabatan yang terjadi pada remaja di Sekolah.

Ceritanya ditulis dengan bahasa yang cukup sederhana jadi mudah dipahami. Judul cerpen-nya yaitu "Antara Aku, Desi dan Nur". Yang namanya hubungan antara sahabat memang begitu berwarna, kadang ada suka dan kadang juga ada duka nya.

Bahkan, dalam sebuah persahabatan tak jarang juga ada rasa iri dan cemburu antara sahabat-sahabat yang dimiliki. Semua itu bisa terjadi tetapi akan tetap menjadi warna yang begitu manis untuk dijalani oleh para remaja sekolah. Tapi jangan lupa beberapa kisah menarik dalam persahabatan berikut!


Bagi yang mencari kisah seperti ini bisa langsung membaca karya tersebut. Dan, sekedar mengingatkan saja,..


Antara Aku, Irhamni Desi dan Nur
Cerpen Oleh Sustorocs.com




Persahabatan memang sesuatu yang sangat penuh warna dan membuat hidup kita berharga. Itu yang aku rasakan ketika mengenal Desi dan Nur, dua sahabatku ini yang selalu mengisi sebagian kisah perjalanan hidupku.

Aku, Desi dan Nur pertama kali berkenalan saat kami mendaftar masuk ke SMK. Saat itu kami sama-sama mendaftar dan diterima di salah satu sekolah swasta yang cukup terkenal. Sampai akhirnya tiga tahun berjalan seolah oalah kami tak terpisahkan.

Banyak suka duka yang kami alami, banyak rasa yang sudah kami lewati brsama, ada benci, kesal, amarah, rindu, cemburu dan banyak lagi yang tak terungkap. Saat ini kami sudah sama-sama lulus sekolah menengah kejuruan, dan akhirnya kami harus berpisah dan melanjutkan hidup dengan jalan masing-masing.

Namun begitu, persahabatan akan tetap ada, ingatan kenangan akan selalu erat kami dekap dan akan selalu menghiasi jalan yang akan kami lalui… aku tak akan mungkin lupa semua kenangan – kenangan bersama mereka, seperti kala itu saat pertama kali kami bertemu…

“Hai… aku Sustoro…”
“Hai…. Aku Desi dan ini sahabatku Nur..”
“Em…. Kalian sahabatan ya, aku kira kalian pacaran….”
“Apa…… enak aja loe…. Aku dan Nur memang sahabatan dari kecil…”
“Oew…”

Kesan pertama kali aku mengenal Desi memang sangat berbeda dengan anak lain. Desi ini anak perempuan yang apa adanya, ia tak pernah menutupi apapun yang ada di benaknya. Sampai-sampai  sahabatku sering kali tersinggung dengan apa yang dia katakan…

“Nur…..”
“Apa Pesek…..?”
“Hei…. Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dengan kata itu, panggil Tuan Putri!!”
“Iya Tuan Putri….ada apa???”
“Besok minggu aku ulang tahun dan aku ingin membuat acara kecil-kecilan, jadi aku ingin kamu sama Sustoro datang ya….”
“Wah…. Mau banget, kalau masalah kayak gitu mah aku pasti datang, la mana Sustoro nih…”

“Dia lagi di kantin…. Kita tunggu aja….”
“Hei…. Tumben kalian akrab, biasanya kayak anjing dan badak…”
“Enak aja loe Sus……”
“Sial loe Sus…. Masak cewek cantik gini disamakan dengan badak….”
“Eh…. Maksud kamu aku anjing-nya begitu….”
“Haa.a…ha.aha….”

Lucu, dan aneh-aneh aja memang tingkat Desi dan Nur sahabatku itu. Bahkan sampai sekarang aku masih sering tertawa sendiri jika ingat berbagai kejadian lucu antara mereka.

Mereka adalah sahabat terbaikku yang umumnya tidak pernah akur, selalu ada saja yang saling ejek… Pernah suatu kali si Nur benar-benar dibuat jengkel oleh Desi, begini ceritanya…

“Nur…. Asyiknya ngobrol berduaan….” Ucap Desi menyela Nur dan Irhamni yang sedang ngobrol
“Iya…..” jawab Nur singkat
“Wuiiih….. sombong dia….. sampek lupa….” Lanjut Desi
“Apaan sih Des, jail bener, lupa apa…?”, Nur menjawab dengan sedikit penasaran
“Itu tu… itu….. gak etis kalau ku bilang langsung……” jawab Desi
“Apaan sih….” Nur tambah penasaran
“Reslet…..ing……” jawab Desi sambil berkedik

Sontak Nur langsung bangun kebingungan dan memegang resleting roknya yang sebenarnya telah benar. Karena tahu dia dibohongi akhirnya ia pun marah…
“Awas loe ya……!” teriak Nur
“Ha aha aaa…. Kabur……” teriak Desi sambil berlari.

Bukan hanya kejadian kecil seperti itu yang mereka lakukan, masih banyak kejadian lain yang tak pernah bisa aku lupakan. Memang, paling banyak yang aku ingat adalah kejadian-kejadian antara mereka berdua dan kami sekaligus bertiga, untuk kejadian yang secara khusus terjadi antara aku dan Desi tidak banyak karena memang Desi memperlakukanku berbeda dengan Nur. Entahlah, kadang juga aku heran kenapa begitu.

Saat berdua dengan aku, misalnya saat Desi sedang memesan makanan di kantin dan kami berdua menunggu, Nur selalu bersikap manis layaknya putri raja, tidak bawel, tidak alai dan tidak usil seperti ketika Desi dengan ku. Hal itu bahkan kadang membuat Nur merasa iri, pernah ia protes sampai hampir marah…

“Desi ini kalau sama Sustoro aja pasti lembut, beda banget sama aku….”
“Ya emang kenapa sih…. Sama aja, perasaan kamu aja tuh….”
“Iya kamu nih Nur, ada – ada aja… kamu aja yang suka bercanda….”
“Enggak ro, lihat deh, tuh lihat, gaya ngomongnya aja Desi beda…. Pake melotot lagi…”
“Ya enggak lah Nur, biasa aja… Ya iya juga sih dikit, soalnya kamu bau sih… he ehe ehee…..”
“Tuh…. kan, benar kan Sus, sahabat kita yang satu ini memang gak adil…… kejam-kejam, sungguh kejam…..!”

Begitulah, beberapa pengalaman menarik yang terjadi dalam kisah persahabatan kami. Kisah persahabatan Antara Aku, Desi dan Nur memang sangat indah dan tak akan pernah aku lupakan. Bahkan sampai sekarang, semoga kalian para sahabat terbaik ku selalu sehat dan sukses selalu, (Aamiin) doaku menyertai kalian.
Salam hangat dari saya (Sustorocs.com)

---RAMPUNG---

No comments:

Post a Comment