Total Pageviews

Saturday, June 3, 2017

UNTUK IBUKU TERCINTA



UNTUK IBUKU TERCINTA



Gak tau kenapa hari ini aku merindukan Ibu ku. Rindu, sangat rindu. “Oh Ibu, sedang apakah engkau disana? Aku disini baik-baik saja. Rasanya aku ingin pulang untuk melihat mu, walau hanya sebentar saja. Tapi waktu yang membuat aku harus tetap bertahan disini. Ini demi cita-cita ku. Demi Ibu, demi Ayah, demi Kakak, dan demi keluarga kita. Ibu, sabar ya menunggu ku. Menunggu ku pulang, menunggu ku sukses, menunggu ku membawakan semua harapan Ibu dan Ayah. Ibu, yang sehat ya? Jangan sakit, jaga kesehatan mu. Aku ingin, jika suatu saat nanti aku telah sukses, Ibu adalah orang pertama yang merasakan kebahagiaan itu.”

“Ibu, banyak sekali yang ingin ku ceritakan pada mu, banyak sekali. Tapi, aku tau, Ibu sedang bekerja keras untuk menghidupi ku disini, aku tidak mau mengganggu waktu Ibu. Ibu, aku juga tau, Ibu pasti ingin bercerita banyak hal pada ku, hanya saja Ibu tidak ingin mengganggu waktu kerjaku juga. Ibu ketahuilah, jika aku boleh memilih, aku memilih untuk tidak pernah berpisah jauh dari mu.”

          “Ibu, gak tau kenapa, disaat aku membahas tentang mu, aku selalu meneteskan air mata. Jika aku melihat orang tua yang berpakaian kotor (maaf), dekil (maaf), tak memakai sandal atau sepatu, seketika aku teringat dengan mu, Bu. Aku takut, suatu saat kau akan seperti itu juga diusia senja mu. Aku takut, aku tidak bisa memberi apa yang kau ingin kan. Aku takut, aku tak bisa mengabulkan semua harapan Ibu yang Ibu titipkan pada ku. Aku takut, Bu. Tapi ketahuilah Bu, selama aku masih bisa bernafas, akan ku perjuangkan semua harapan-harapan Ibu.”

          “Bu, aku sekarang sedang berjalan. Tempat tujuan ku masih jauh sekali. Bu, ketahuilah bahwa jalan yang ku tempuh tidak selalu mulus, terkadang banyak sekali kerikil-kerikil tajam yang ingin menghambat perjalan ku ini. Tapi atas berkat doa mu, aku masih kuat untuk melalui perjalanan panjang ini. Bu, ketahuilah bahwa jalan yang aku tempuh tidak selalu lurus. Kadang ada tanjakan, kadang ada belokan, kadang berliku-liku. Bu, aku yakin, aku bisa melewati ini semua. Percayalah”

          “Bu, tempat tujuan ku, masih jauh sekali. Ku harap, Ibu setia menunggu ku, menunggu ku pulang, menunggu ku membawa semua harapan-harapan Ibu.”

          “Bu, ada lagu yang ku persembahkan untuk Ibu.”


“Hi Ibu, Ibuku sayang.., Apa yang sedang kamu lakukan?
Maaf, akhir-akhir  ini aku tidak menghubungimu..
Aku ingin beri tahu, kalau kini aku sudah sukses…”

Tubuh mu kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur hitam yang sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ingin bilang kepada  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

Meskipun aku tumbuh dengan tidak sabar  ketika aku dekat mu…
Ketika engkau jauh dari ku, aku merasa kesepian
Itu yang engkau lakukan untuk ku,
Engkau dapat menyelesaikan masalah  dengan menyelesaikannya
Dan engkau pemilik kesabaran yang luar biasa dan engkau adalah orang tertangguh yang aku kenal
Engkau akan selalu prihatin terhadap kesejahteraan ku sebelum dirimu sendiri
 
Memasak, mencuci pakaian, membersihkan, membesarkan anak
Engkau bahkan bekerja selama waktu senggang
Engkau hanya akan membutuhkan hal-hal dari tempat terendah
Aku tidak mengerti meskipun saat itu begitu jelas
Barulah aku mulai hidup seorang diri dan kini aku mengerti
Setiap kali aku memikirkan berapa banyak yang telah engkau capai
Dan betapa sulitnya pasti, aku merasa seperti aku bisa mencoba melakukan sesuatu yg terbaik hari ini

Aku akan mengatakan, "Bangunkan aku jam 07:00"
Dan engkau akan membangunkan aku tepat pada waktunya
Dan aku akan bersikap adil kepada mu…
Aku tidak akan berkata apa”, meskipun aku masih setengah tertidur  
Ini adalah rutin harian
Tapi, Engkau tidak pernah melihatkan wajah lelahmu di hadapanku
Dan itulah yang membuat ku terbangun setiap hari
Lebih hangat dan lebih akurat daripada jam alarm

Tapi kemudian suatu hari aku bolos sekolah dan berkata, "Aku tidak mau pergi"
Aku tidak akan meninggalkan kasur ku dan engkau berdiri di depanku
Engkau pergi untuk Menyembunyikan wajahmu dan menutup wajahmu dengan kedua tanganmu dan engkau  menangis keras
Akupun merasa sangat sedih dan menangis
Pada waktu itu aku sangat menyesal dan aku bertanya-tanya , "Bagaimana mungkin aku bisa begitu bodoh?"

Tubuh kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ucapkan terima kasih untuk cintamu selama ini “cinta yang mendukung ku,”
ibu ku….

Aku tau tidak ada lebih menyakitkan di dunia
Dari orang tua yang mengubur anak mereka
Jadi aku akan memastikan itu tidak pernah akan  terjadi
Bahkan jika aku hanya tinggal satu detik lebih lama dari mu
Aku akan memastikan itu ...
Aku senang  karena aku adalah  anak mu
Aku senang karena  kau adalah ibuku
yang tak akan pernah berubah
Dan Itu tidak akan pernah berubah untuk  selamanya
Karena aku adalah sesuatu yg sangat berharga bagi mu ...

Tubuh mu kecil dan begitu juga tangan mu
rambut putih dicampur hitam dan engkau sudah tumbuh lebih lama
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apa pun, lebih kuat dari siapa pun
Aku ingin bilang kepada  anak-anak ku tentang cinta ini “cinta yang mendukung  ku”

"Jadilah ibu ku untuk selamanya
Engkau masih memiliki satu pekerjaan yang tersisa untuk melakukannya
Dan itu adalah  untuk menerima cinta dan penghormatan dari anak mu..."

Terjemahan dari lagu
MOTHER BY SEAMO

Kultum Kuliah 7 Menit (AIR MATA PEMADAM API NERAKA )


AIR MATA PEMADAM API NERAKA
الحمد لله الدى امرنا بالمبادرةبالاعمال الصالحات. والصلاةوالسلام على سيدنامحمدخيرالرسول وافضل المخلو قات. وعلى اله وصحبه ومن سلك سبىل الرشاد. امابعد.

Yang terhormat bapak …………., para ustadz dan ustadzah, para bapak, ibu, hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt.

Mengawli jumpa kita melalui mimbar kultum kali ini, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah, Tuhan semesta alam, sebab berkat rahmat, anugerah dan petunjuk-Nya pada saat ini, kita bias bertemu muka dan berkumpul di tempat ini tanpa ada suatu halangan apapun. Sholawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad saw. Yang begitu besar cinta dan keinginannya kepada umatnya agar selamat dari siksa api neraka.

Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya muliakan.

Mata adalah jendela hati, air mata yang tergenang di peluuk mata lalu tumpah mengalir membasahi pipi adalah merupakan ekpresi dan luapan dari sisi hati yang tak tertahankan. Sehingga dengan begitu apa yang menjadi beban hati seakan telah tumpah dan tersalurkan.

Ketika hati kita bersedih, bisa jadi kesedihan itu mengalir lalu tumpah melalui air mata, begitu juga di saat gembira, di saat mengalami ketidak berdayaan, di saat dilanda kerinduan karena cinta yang amat sangat, di saat dilanda ketakutan yang sangat mencekam, oleh sebab itu air mata adakalanya air mata cinta, air mata kerinduan, air mata kedukaan, air mata kepalsuan, ada juga air mata yang tumpah karena takut kepada Allah swt.
Lalu air mata manakah yang bisa membebaskan dari neraka? Untuk mendapatkan jawaban ini, perhatikan beberapa riwayat berikut ini. Diriwayatkan dalam suatu hadis bahwa Nabi saw. Bersabda:

“ Tidak ada seorang pun dari hamba Allah yang beriman yang kedua matanya mengalirkan air mata mengenai permukaan wajahnya sebesar kepala lalat, karena takut kepada Allah swt. Maka ia tidak akan di sentuh oleh api neraka untuk selamanya.”

Nabi saw. Juga bersabda:

“tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah swt. Sehingga ada air susu yang kembali ketempat asalnya.”

Di dalam kitab Daqaiqul Akhbar diterangkan bahwa kelak di hari kiamat ada seorang hamba yang didatangkan, setelah ditimbang amal perbuatanya, ternyata keburukannya lebih berat dari pada kebaikannya. Maka ia diperintahkan agar dibawa keneraka. Tetapi tiba-tiba sehelai rambut melakukan pembelaan seraya berkata:

“Ya Tuhanku, Rasul-Mu, Muhammad telah bersabda, ‘Barangsiapa yang pernah menangis takut kepada Allah.”

 Akhirnya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang mengampuni dosa-dosa hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka, berkat pengaduan sehelai rambut matanya yang biasa menangis karena takut kepada Allah swt.

Bapak ,ibu, saudara sekalian yang saya muliakan.

Dalam riwayat lain juga disebutkanbahwa kelak di hari kiamat setiap orang disibukan dengan persoalan sendiri-sendiri, termasuk para Nabi. Ketika mereka dimintai pertolongan, mereka menyatakan nafsi-nafsi. Kecuali Nabi teristimewa, yaitu Nabi Muhammad saw. Dalam kondisi sulit itu, beliau terus berjuang berusaha untuk menyelamatkan umat beliau dengan menyatakan ummati-ummati (bagaimana halnya dengan umatku, selamatkan umatku… selamatkan umatku…). Ketika penghuni neraka di giring menuju neraka, keluarlah gejolak api neraka Jahannam, bergulung-gulung menyambar-nyambar. Ketika api neraka itu bergulung-gulung hendak menyambar umat Muhammad, Jibril berteriak, awas sambaran api menuju umat Muhammad, seraya membawa semangkok air. Maka dengan secepat kilat, Muhammad meraih air yang berada di tangan Jibril. Jibril berkata cepat Muhammad. Nabi Muhammad segera menyiramkan air itu pada api neraka Jahannam yang menyambar-nyambar, hingga menjadi padam seketika. Setelah gejolak api itu padam dan surut kembali keasalnya, beliau bertanya: “ wahai Jibril, air apakah itu?” Jibril menjawab: “ itu adalah air mata umatmu yang menangisi dosa-dosanya, karena takut kepada Allah swt.”

Karenanya, menangislah, geraikan dan alirkan air mata membasahi pipi, atau tumpahkan di sajadah, ketika membaca Al-qur’an atau pada saat merbah sujud, karena takut kepada Allah swt. Jika tidak bisa, maka tangis-tangiskanlah.
Allah swt. Berfirman:

فليضحكواقليلا وليبكواكثيرا. (اتوبة : 82)
Artinya:
“Maka hendaklah meraka tertawa sedikit dan menangis banyak.” (QS. At-Taubah: 82)
Bapak, ibu, saudara sekalian yang saya muliakan.
Mengakhiri kultum dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita berdo’a semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada kita. Sesekali kita perlu menangis, kita tumpahkan air mata karena takut kepada Allah swt. Demikianlah yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatianya dan mohon maaf atas kesalahan dan kurang lebihnya. Hadanallah waiyyakum ajma’in, was salamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.